|
Written by eka novia rahmawati
|
|
Thursday, 11 February 2010 06:09 |
Seluruh Pengelola Komunitas Tubuh Kata Tubuh Mengucapkan :Selamat Tahun Baru Imlek 2561
|
|
|
Tubuh Dalam Ruang Eksplorasi Gerak |
|
|
|
|
Written by eka novia rahmawati
|
|
Tuesday, 13 October 2009 09:35 |
|
Nuryanto mengolah tari bedhaya dalam ruang dan eksplorasi gerak yang mengalir. Upaya penciptaan tradisi baru dalam dunia koreografi.
Dari ketemaraman suasana yang tercipta dari tata cahaya yang nampak seminimal mungkin dan suara-suara lirih dari langkah setiap penari memasuki ruangan, hampir-hampir mendekati senyap, satu persatu penari memasuki panggung. Para penari itu mengenakan kostum samparan—kain panjang yang dililitkan di batas pinggang dan menjuntai ke lantai membentuk garis yang beragam. Gerakan tubuhnya membelah ruangan, satu demi satu, dan membuka diri kepada apa yang akan terjadi namun dengan kesadaran yang didasarkan kepada ketajaman dan kepekaan rasa. Mereka membentuk ruang gerak yang diolah secara sadar melalui pelacakan dan eksplorasi tubuh sebagai upaya untuk kembali memahami akar tradisi sebagai material. Mereka mempertajam berbagai tekhnik dan bentuk bedhayan yang dikenalnya sejak belasan tahun ketika mereka memasuki dunia seni pertunjukan tari tradisi. |
|
Last Updated on Monday, 14 December 2009 14:24 |
|
Read more...
|
|
Tari Angguk Putri yang membahagiakan |
|
|
|
|
Written by eka novia rahmawati
|
|
Monday, 12 October 2009 00:00 |
|
Tari klasik Angguk Putri yang dimainkan delapan mahasiswa peserta program beasiswa seni dan budaya Indonesia di Concert Hall gedung Societit Taman Budaya Yogyakarta, Senin (12/10) Rasa capai, udara yang panas serta harus menarikan gerakan tarian yang berbeda dengan tarian dari negara asal mereka saat mementaskan tarian dihadapan penonton seakan hilang saat mereka keluar dari panggung berganti luapan kegembiraan, senyum lebar, peluk cium antarpenari dan pembimbing tari mereka. Itulah gambaran rasa suka cita delapan penari mancanegara setelah mereka usai menarikan tarian Angguk Putri di Concert Hall gedung Societit Taman Budaya Yogyakarta, Senin (12/10). Mereka begitu bergembira meski peluh memenuhi wajah mereka. |
|
Last Updated on Monday, 14 December 2009 14:32 |
|
Read more...
|
|
|
Yogyakarta Contemporary Music Festival 2009:Dipenuhi komposer luar negeri,ditonton anak muda |
|
|
|
|
Written by eka novia rahmawati
|
|
Friday, 09 October 2009 00:00 |
|
Repertoir berjudul Porong-Porong karya komposer Yuri Nishida (Yogyakarta-Jepang) dimainkan sendiri oleh Yuri Nishida dan Mio Nishida dengan menampilkan alat musik Gender Yogyakarta Contemporary Music Festival (YCMF) kembali di gelar. Event tahunan yang sempat berhenti tahun 2006 akibat gempa bumi ini sudah dimulai sejak tahun 2004. Tahun 2009 ini, YCMF telah memasuki tahun kelima. Penyelenggaraaan YCMF yang akan dilangsungkah selama 3 hari dari Kamis-Sabtu (8-10/10) akan diikuti Komposer musik kontemporer dari 11 negara hadir untuk terlibat dalam YCMF tahun ini yaitu dari Yunani, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Thailand, Jepang, Filipina, Malaysia, Korea, China, Iran serta tuan rumah Indonesia yang menampilkan komposer musik kontemporer dari Bandung, Medan, Jakarta dan Yogyakarta. Belasan komponis ini selama YCMF akan tampil di dua tempatyaitu Concert Hall Lembaga Indonesia Perancis (LIP) dan Gedung Pascasarjana ISI Yogyakarta. |
|
Last Updated on Monday, 14 December 2009 14:33 |
|
Read more...
|
|
pagelaran Wayang Orang Anak-Remaja |
|
|
|
|
Written by eka novia rahmawati
|
|
Wednesday, 19 August 2009 00:00 |
|
Gerakan tarian kera ini membuat kagum penonton Pagelaran Wayang Orang Anak-Remaja “Bagus. Nanti kalau ada pementasan wayang orang anak lagi, anak saya mau saya ikutkan,” kata Ita, salah satu penonton yang menyaksikan Pergelaran Wayang Orang Anak-Remaja Bayu Bajra di Taman Budaya, Selasa (18/8). Kata-kata yang diucapkan salah seorang ibu rumah tangga ini tampaknya menjadi perwakilan perasaan senang, bahagia dan kekaguman dari ratusan penonton yang memadati tempat duduk di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta tempat diselenggarakan pagelaran wayang orang anak dan remaja tersebut ketika melihat kelihaian, kepolosan, dan kepintaran anak-anak pemain wayang orang anak-remaja yang menari, melawak, berperang bersama-sama dengan pemain lain yang sudah lebih dewasa dan berpengalaman. |
|
Last Updated on Monday, 14 December 2009 14:34 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 6 |